Bagi pemula yang baru mulai berinvestasi saham, memahami cara menghitung keuntungan dan kerugian itu sangat penting. Dengan perhitungan yang benar, kamu bisa tahu apakah transaksi yang dilakukan benar-benar menguntungkan atau justru merugikan, serta bisa mengambil keputusan jual atau beli dengan lebih bijak.
Berikut penjelasan lengkap dan cara menghitungnya secara sederhana:
Dasar Perhitungan yang Perlu Diketahui
Sebelum masuk ke rumus, ada beberapa hal yang harus kamu catat:
- Harga beli: Harga per lembar saham saat kamu membelinya
- Harga jual: Harga per lembar saham saat kamu melepasnya
- Jumlah lembar: Banyaknya saham yang dimiliki
- Biaya transaksi: Sejumlah biaya yang dipotong setiap kali beli atau jual, biasanya meliputi komisi sekuritas, biaya kliring, pajak, dan biaya administrasi lainnya
Cara Menghitung Keuntungan Saat Menjual Saham
Rumus dasarnya:
Keuntungan Bersih = [(Harga Jual - Harga Beli) x Jumlah Lembar] - Total Biaya Transaksi
Contoh perhitungan lengkap:
Misalnya kamu membeli saham PT Maju Jaya sebanyak 200 lembar dengan harga Rp2.500 per lembar. Beberapa bulan kemudian, harga saham naik dan kamu menjualnya di harga Rp3.200 per lembar. Total biaya untuk transaksi beli dan jual adalah Rp12.000.
Perhitungannya:
- Selisih harga per lembar = Rp3.200 - Rp2.500 = Rp700
- Keuntungan sebelum biaya = Rp700 x 200 lembar = Rp140.000
- Keuntungan bersih = Rp140.000 - Rp12.000 = Rp128.000
Artinya dari transaksi ini kamu mendapatkan keuntungan sebesar Rp128.000.
Menghitung Persentase Keuntungan
Agar lebih jelas seberapa besar hasilnya dibandingkan modal yang dikeluarkan, kita bisa menghitung persentasenya:
Rumusnya:
Persentase Keuntungan = (Keuntungan Bersih ÷ Modal Awal) x 100%
Dari contoh di atas:
- Modal awal = Rp2.500 x 200 lembar = Rp500.000
- Persentase keuntungan = (Rp128.000 ÷ Rp500.000) x 100% = 25,6%
Jadi dalam transaksi ini kamu mendapatkan keuntungan sebesar 25,6% dari modal yang ditanamkan.
Cara Menghitung Kerugian Saat Menjual Saham
Jika harga saham turun dan kamu harus menjualnya, caranya tetap sama, hanya hasilnya akan menjadi kerugian:
Rumusnya:
Kerugian Bersih = [(Harga Beli - Harga Jual) x Jumlah Lembar] + Total Biaya Transaksi
Contoh:
Kamu beli 150 lembar saham di harga Rp3.000 per lembar, lalu terpaksa menjualnya di harga Rp2.400 karena kondisi pasar sedang turun. Total biaya transaksi adalah Rp9.000.
Perhitungannya:
- Selisih harga = Rp3.000 - Rp2.400 = Rp600
- Kerugian sebelum biaya = Rp600 x 150 lembar = Rp90.000
- Kerugian bersih = Rp90.000 + Rp9.000 = Rp99.000
Artinya kamu mengalami kerugian sebesar Rp99.000 dari transaksi tersebut.
Menghitung Keuntungan dari Dividen
Selain keuntungan dari selisih harga jual dan beli, pemilik saham juga bisa mendapatkan keuntungan lain yang disebut dividen. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.
Rumus menghitung dividen:
Total Dividen Diterima = Jumlah Lembar Saham x Nilai Dividen per Lembar
Contoh:
Kamu memiliki 300 lembar saham. Perusahaan mengumumkan dividen sebesar Rp150 per lembar. Maka dividen yang kamu terima adalah:
- 300 x Rp150 = Rp45.000
Biasanya dividen ini akan masuk ke rekening dana nasabah secara otomatis tanpa perlu menjual saham yang dimiliki.
Rincian Biaya Transaksi yang Perlu Diperhitungkan
Agar hasil perhitungan benar-benar akurat, kamu harus tahu biaya apa saja yang dikenakan:
- Komisi pembelian: Biasanya sekitar 0,15% - 0,25% dari nilai transaksi beli
- Komisi penjualan: Sekitar 0,15% - 0,25% dari nilai transaksi jual
- Pajak penjualan: Sebesar 0,1% dari nilai transaksi jual
- Biaya kliring dan penyimpanan: Biasanya kecil, sekitar Rp2.500 - Rp5.000 per transaksi tergantung sekuritas
Hal Penting yang Perlu Diingat
- Selalu masukkan semua biaya dalam perhitungan, karena meskipun nilainya kecil, jika sering bertransaksi biaya ini bisa mengurangi keuntungan secara signifikan
- Keuntungan dari selisih harga hanya didapat jika kamu benar-benar menjual saham tersebut. Selama masih disimpan, kenaikan harga baru disebut keuntungan mengambang yang bisa berubah sewaktu-waktu
- Demikian juga kerugian, baru menjadi kerugian nyata jika sahamnya sudah dijual. Jika masih disimpan, ada kemungkinan harga akan naik kembali di masa depan
Kesimpulan
Menghitung untung rugi saham sebenarnya tidak sulit dan tidak membutuhkan rumus yang rumit. Kuncinya adalah mencatat semua data transaksi, termasuk biaya-biayanya, agar hasilnya akurat. Dengan terbiasa menghitung, kamu bisa melacak perkembangan investasi dan membuat keputusan yang lebih tepat untuk keuanganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar